YA, AKU BENCI KOTA JOGJA !
"kenapa aku harus suka? menginjakkan
kaki di sana saja aku belum pernah. Kenapa aku harus mengaggumi? seluk beluk kotanya saja belum pernah
kulihat"
Banyak
orang yang berfikir bahwa menyukai sesuatu harus dirasa dengan indra. kalau
begitu bagaimana caranya mengagumi Sang Kuasa yang wujudnya saja
tak pernah kita lihat?. Ada
pepatah yang mengatakan
bahwa " Tak kenal maka tak sayang
" namun kenal bukan berarti harus bertatap mukakan? Dan rasa
sayang timbul tak mesti saling berjumpaan.
Daerah
Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat DIY, merupakan kota yang terletak
dipulau jawa. kota PELAJAR, kota GUDEG, kota BUDAYA itu julukan yang biasa kita
dengar ketika mengucapkan kata YOGYAKARTA.
Kota
Yogya, banyak yang dapat kita lihat disana. Tentu tata kota yang
memanjakan mata menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi dengan
keunikan yang tak pernah dapat kita jumpai dikota manapun. Mulai
dari sejarah hingga tingkah laku penduduk asli setempat.
Yogya
merupakan kota di Indonesia yang masih menerapkan sistem kerajaan keraton yang
sangat melekat. Bangunan-bangunan
kerajaannya juga masih sangat terjaga hingga sekarang, dimana hampir semua
bangunan kerajaan Indonesia yang pernah kita dengar dan baca dibuku sejarah
habis dilahap era globalisasi serta modernisasi. namun Yogya bertahan, bahkan
memadukan antara keduanya tanpa menghilangkan salah satu unsur.
Disebut sebagai “
Daerah Istimewa “. ISTIMEWA. Sesuatu yang disebut istimewa berarti mempunyai
sesuatu yang special didalamnya. Sesuatu yang memiliki nilai lebih sehingga
dicintai dan disayangi. Apa yang terjadi jika kau kehilangan sesuatu yang istimewa? Maka dari itu kita harus
menjaga dan menyayangi kota ini. Karena kita tidak akan pernah membayangkan
bagaimana Indonesia tanpa hal Istimewa didalamnya.
Yogya juga merupakan
kota dimana nilai kebangsaannya masih kental untuk diingat, yang menjadi saksi
dimana Negara Indonesia berjuang melawan penjajah di eranya. Itu sebabnya Yogya
juga pernah menjadi ibu kota Indonesia. Tidak perduli apa suku mu? Apa warna
kulit mu? You’re welcome in there.
Meskipun
memadukan antara kerajaan dan era modern, Yogya dapat bergelar sebagai kota
PELAJAR. Bayangkan saja, batapa hebatnya kota Yogya yang memiliki perbedaan
namun dapat berkembang hingga dibanggakan. Banyak sekolah serta Universitas
ternama yang menjadi impian seluruh pelajar Indonesia untuk melanjutkan
pendidikannya di Yogya.
Tata krama orang
Yogya juga sangat diajungi jempol, ramah tamah yang mengalir didarah bangsa
Indonesia bisa kita lihat di Yogya. Bahkan pendatang saja bukan seperti tamu
asing melainkan sebagai saudara jauh yang datang berkunjung. Bisa kita
bayangkan bagaimana hangatnya orang Yogya itu. Halus tutur katanya, lemah
lembut kelakuannya, sederhana kehidupannya itulah yang banyak menyebabkan
wisatawan mampir ke Yogya sebagai tempat mengahabiskan liburan mereka.
Kalau bicara soal
tempat wisata, semua sudut dari kota Yogya adalah tempat wisata. Mulai dari
bagian Selatan yang terdapat berbagai macam Pantai nan Indah, bagian Barat
terdapat Gunung Berapi yang memukau, dan banyak lagi yang menjadi tempat
andalan untuk berwisata.
Seperti home
sweet home, maka begitu juga dengan kota ini. Tak dapat hanya dikunjungi
sekali, semua yang ada di Yogya membuat rindu ingin segera kembali ke kota ini.
Ada juga yang berkata bahwa Yogya itu sebagai Indonesia mini. Dimana disatu
kota tercakup hampir seluruh gambaran Indonesia.
Hal hal semacam
diatas lah yang membuat aku BENCI kota
YOGYA ! kenapa? Karena YOGYA membuatku JATUH CINTA padahal aku saja belum
pernah menginjakkan kaki disana, medengar cerita dan kisah kisah bangunan serta
nilai sejarah yang ada di sana membuatku BENCI hingga rasanya ingin bisa segera
kesana. Yogya menggambarkan jati diri bangsa Indonesia dahulu kala sebelum
adanya teknologi teknologi canggih dari luar dan menghilangkan kebiasaan lama
pada masyarakat Indonesia sekarang. Dimana mereka lebih suka menatap layar
ponsel mereka dari pada melihat dan langsung berbicara serta bertatap muka.
BENCI ini juga
membuatku sadar bahwa menjadi yogya menjadi Indonesia, Indonesia yang selama
ini kita sudah mulai lupakan keberagaman dan keasliannya. Yogya menyadarkan
kita bahwa keaneka ragaman Indonesia itu harus dijaga dan dilestarikkan.
Ada yang mengatakan “benci itu tanda cinta”.
Kalau begitu halnya rasa benci ku ke Yogya
sangat meluap luap. Kenapa? Karena aku sangat MENCINTAI kota tersebut meskipun belum pernah menginjak tanahnya. Dan
itu merupakan KEISTIMEWAAN kota Yogya
bagi diriku.

Komentar
Posting Komentar